Halal tak Harus Mahal

Standard

Perjalanan saya menemukan kosmetik yang cocok di kulit dan ramah di kantong adalah perjalanan yang amat sangat panjang. Bukan karena saya terlalu pemilih, justru karena saya tak suka dandan. Ketika teman-teman seusia saya mulai membicarakan lipgloss yang bagus, saya larut memilih novel detektif yang menarik. Ketika teman sepermainan mulai memoleskan lipstik di bibir mereka, saya justru tenggelam dalam keasyikan pekerjaan. Bisa dibilang, kesempatan saya secara sadar menggunakan lipstik adalah ketika saya menikah, 15 Oktober 2007.

Bertahun-tahun kemudian, saya baru kembali mencoba membeli lipstik ketika tertarik dengan brand kosmetik terkemuka berbasis MLM. Dasarnya kulit saya ga sensitif dan cenderung berkulit badak, jadi semua produk cocok saja di wajah saya. Satu hal yang membuat saya langsung menghentikan semua produk yang membuat saya tampak lebih cantik adalah kehalalan produk tersebut.

Beruntunglah tak berapa lama datang ajakan beauty class dari teman-teman sesama mahmud alias mamah muda hehehe… Saya yang tak suka dandan ikut-ikut saja, apalagi dengan iming-iming bayar 70 ribu bisa belanja produk kosmetik senilai 60 ribu. Menggiurkan bukan? Sudah cantik, dapet ilmu seputar make-up, dan masih ada produk pula. Wiiihhhh….

Inilah yang namanya terklepek-klepek pada pandangan pertama. Saya jatuh cinta dengan Wardah yang cocok di kulit dan ramah di kantong. Singkat kata, sejak itu saya menggunakan produk Wardah yang sudah jelas halal dan baik. Dari mulai parfum, pewangi, body lotion, masker wajah, sampai lulur. Tak hanya itu, saya juga mengajak adik saya menggunakan Wardah. Sekarang koleksi kosmetika Wardah milik adik saya jauh lebih banyak.

Alhamdulillah, pencarian saya terhadap produk kosmetik yang ramah di kantong, aman di kulit, dan halal serta thoyib sudah berhenti sampai di sini. Yang terakhir, terkait dengan kehalalan, membuat saya lebih tenang ketika memoleskan make up.

Dari pencarian saya selama ini, saya mempelajari beberapa titik kritis yang membuat kosmetik menjadi tak halal dan tak layak konsumsi. Pertama dan paling utama adalah bahan pembentuknya. Yuk, mari kita cek dan ricek satu per satu apakah kosmetik yang kita pakai mengandung bahan yang diharamkan (terutama bila berasal dari babi dan bagian tubuh manusia) atau tidak.

1. Plasenta
Plasenta adalah organ yang berkembang di dalam rahim bersama janin, fungsinya sebagai penghubung janin dengan ibu. Plasenta inilah yang menyuplai kebutuhan bayi akan makanan dan zat-zat penting untuk janin. Plasenta sudah sejak lama digunakan untuk produk kosmetik. Konon plasenta diklaim bisa menghilangkan tanda-tanda penuaan. Wallahualam.

2.AHA
AHA juga bergmanfaat untuk mengurangi keriput. Senyawa AHA, salah satunya adalah asam laktat yang dalam proses pembuatannya memerlukan media hewan seperti sapi atau babi. Bila berasal dari babi, tentu saja penggunaan AHA diharamkan.

3. Amnion
Amnion atau air ketuban, seperti halnya plasenta, berada di dalam rahim untuk melindungi janin dari benturan. Dalam penggunaan untuk kosmetik, amnion bisa membantu melembabkan, melembutkan, serta menghaluskan kulit.

4. Gliserin
Gliserin yang berasal dari hewanilah yang perlu diwaspadai. Selain dari hewani, gliserin juga dapat berasal dari bahan-bahan nabati seperti dari kelapa sawit.

5. Kolagen
Untuk kosmetika, kolagen berfungsi membantu melenturkan kulit dan mengurangi tanda penuaan. Kolagen ini sangat penting untuk regenerasi sel. Kolagen dapat berasal dari sapi, bagian tubuh manusia, atau babi.

6. Vitamin
Titik kritis vitamin pada kosmetik adalah pada pelapis vitamin yang berfungsi menjaga agar vitamin tetap stabil. Penstabil ini biasa menggunakan gelatin (dari sapi atau babi), gum atau bahan lain. Bila penstabil vitamin berasal dari binatang yang diharamkan, maka sebaiknya dihindari.

7. Bulu (untuk kuas)
Jangan lupa juga, ketika kita sudah memastikan semua kosmetik kita aman dan halal, kuas yang kita pakai juga harus berasal dari bahan selain bulu babi.

Setelah mengetahui titik kritis itulah saya yakin Wardah terpercaya dalam hal kehalalan. Misal saja, olive oil yang sering saya pakai untuk pelembab wajah, benar-benar murni olive oil alias minyak zaitun. Ternyata fungsinya juga sama dengan pelembab lain, mengenyalkan serta melembabkan. Olive oil ini recomended, cocok dipakai ketika selesai menggunakan masker.

Saya juga menggunakan lulus zaitun Wardah. Wanginya pas, nggak menusuk, melembutkan seketika setelah dibilas, serta tidak membuat kulit kering. Setelah seharian berkegiatan lalu menggunakan lulur ini, rasanya rileks dan menenangkan, Yang penting juga, aman di kantong. Harganya hanya setengah harga salon dan bisa dipakai berulang kali. Top banget!

Sebagian make up Wardah koleksi saya dan adik😀. Banyak juga ternyata hehe…

Untuk masker wajah, saya juga cocok. Yang paling bikin sreg adalah ketika bermasker ria, kita tetap bebas ngobrol tanpa takut masker pecah. Maskernya juga lembut dan bekerja maksimal. Wajah kumel saya bisa sekaligus kinclong setelah dimasker, subhanallah😀.

Selain itu, saya juga memakai bedak padat dan alas bedak. Duo Wardah ini mampu menutup noda-noda bekas jerawat dengan maksimal. Untuk urusan ke luar rumah, dua barang itu jadi andalan saya. Mudah digunakan dan maksimal menutup noda kuncinya. Jadi kalaupun terburu-buru karena masih update blog misalnya, saya masih sempat dandan.

Adik saya yang berjerawat juga memakai sabun pembersih serta toner dan susu pembersih anti acne series. Dia juga menggunakan lipstik dari Wardah. Beberapa bulan terakhir, Wardah menjadi pilihannya setelah masalah jerawatnya berhasil terlewati dengan anti acne series dari Wardah.

Tampaknya adik saya pun mengikuti jejak saya, jatuh hati sepenuhnya pada yang halal. Ya, kepada Wardah, yang aman dan hemat di kantong. Jadi, halal dan cantik itu tak harus mahal lho!

5 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s