Keluarga Sehat adalah Ibu Hebat Plus Handphone Smart

Standard

Tetapi pikiran saya melayang, melayang memikirkan satu soal-soal wanita. Kemerdekaan! Bilakah Sarinah-sarinah mendapat kemerdekaan! Tetapi, ya kemerdekaan yang bagaimana? Kemerdekaan yang di kehendaki oleh pergerakan feminismekah, yang hendak menyamaratakan perempuan dalam segala hal dengan laki-laki? Kemerdekaan ala Kartini? Kemerdekaan ala Chalidah Hanum? Kemerdekaan ala Kollontay?
Soekarno dalam Sarinah

Saya setuju 1000 persen terhadap pernyataan Soekarno, perempuan, wanita, ibu, mama, istri, atau apapun kita menyebutnya, haruslah merdeka. Kemerdekaan seperti apa yang diharapkan perempuan masa kini? Bagi saya, kemerdekaan yang utama saat ini adalah kemudahan mengakses informasi. Perempuan harus melek informasi.

Mengapa? Karena dialah “tulang punggung” keluarga. Bukan “tulang punggung” dalam arti “pencari nafkah”, namun lebih ke “otaknya keluarga”. Istri atau ibu adalah bendahara, dokter, guru, ustadzah, koki, ajudan, kepala keamanan, organizer, sekaligus petugas cleaning service di rumah. Satu tubuh, namun banyak peran, mustahil rasanya bila seorang istri bukanlah manusia unggul nan pintar.

Untuk menjadi koki, ibu harus bisa memasak. Dari mana resepnya? Ada mesin pencari nomor wahid, Google. Untuk menjadi bendahara handal, ibu harus pandai mengatur keuangan. Dari mana bisa pintar? Follow para perencana keuangan di twitter. Untuk bisa menjadi dokter yang handal, ibu harus berwawasan luas terhadap gejala penyakit. Dari mana ilmunya? Dari web kesehatan. Sekarang semua tak mustahil karena ada internet.

Ibu juga organizer, pengatur jadwal kegiatan keluarga. Di otaknya terprogram kapan anak harus les, sekolah, bermain, dan istirahat. Istri juga ajudan anak paling top. Menelpon anak dan memastikan semua baik-baik saja ketika anak berada di luar rumah adalah program lain yang sudah terinstal dalam otak seorang perempuan. Menu keluarga juga otomatis ter-download dalam benak seorang ibu. Keluarga yang sehat berawal dari ibu yang hebat. Semua pasti sepakat:).

Mengingat begitu sentralnya peran perempuan dalam keluarga, wajar dong bila butuh “asisten” yang smart. Tak cukup cuma smart, tapi harus mudah dan murah. Mudah dalam arti praktis, serbaguna, bisa sewaktu-waktu digunakan. Murah artinya harganya dapat dijangkau semua pihak dan tidak terbatas kuota maupun pulsa. Wow, mana ada asisten yang bisa memiliki tiga keuntungan sekaligus?

Eits, jangan dulu berkecil hati! Untung saja di Indonesia ada provider yang perhatian terhadap kebutuhan perempuan. Menjawab tiga faktor penting yang tersebut di atas, Indosat bersama Nokia berkolaborasi dan meluncurkan paduan ciamik dalam Nikia Asha 202. Paket bundling Indosat Mobile dan Nokia berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket Hebat Keluarga Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita.

Smart? So pasti. Nokia Asha memiliki fitur yang memungkinkan perempuan menjelajahi dunia. Email, chatting, Facebook bisa dilakukan dengan cepat dengan si kecil imut ini. Belum lagi kamera 2MP yang cocok untuk narsis-narsisan. Kata smart memang cocok melekat pada si mungil nan seksi ini.

Mudah? Tentu saja, Nokia Asha bisa dibawa ke mana-mana. Bodinya yang slim, ringan, dan handy memungkinkan masuk ke saku tanpa mencolok. Plus, dual GSM pula. Tak perlu repot ganti kartu. Kapan saja di mana saja, Nokia Asha 202 siap menjadi asisten. Batereinya pun awet, saatnya ucapkan bye-bye pada colokan charger yang setia menguntit pengguna smartphone lain.

Murah? Pastinya! Tak perlu merogoh kocek sampai jutaan rupiah untuk mendapatkan paket ciamik ini. Cukup dengan pulsa Rp10.000, berbagai fasilitas dapat dinikmati perempuan. Tak tanggung-tanggung, gratis layanan info wanita selama 12 bulan penuh alias satu tahun. Tak cuma itu, gratis telpon ke empat nomor Indosat lainnya tanpa bayar alias gratis tanpa batasan menit. Sudah gratis, tak dibatasi menitnya pula. Mau telpon anak, suami, kakek nenek, tukang sayur, tukang gas, tukang air galon tak perlu bayar. Kurang enak apalagi tuh?

Sudah bukan jamannya lagi perempuan cuma mahir urusan dapur saja. Ibu yang smart harus melek internet dan siap menerima gempuran perubahan yang terjadi. Ibu adalah tameng informasi pertama untuk anak. Tak bisa dibayangkan bila seorang anak dengan bebas mengakses internet tanpa pengawasan hanya karena alasan klasik, ibunya gaptek. Dengan bundling Indosat dan Nokia ini, ucapkan deh selamat tinggal pada kuper dan gaptek. Jadi, keluarga yang sehat adalah ibu yang hebat dan handphone yang smart, kan?

Kemudahan mengakses informasi adalah kebutuhan primer, bukan lagi tersier. Internet dalam genggaman adalah keharusan, bukan lagi kebutuhan. Media sosial adalah sarana aktualisasi diri dan menjadi makanan sehari-hari. Inilah saat yang tepat perempuan merdeka dalam mendapatkan informasi. Karenanya, katakan tidak pada yang smart tapi menguras kantong. Kemerdekaan mendapatkan informasi adalah milik semua.

“Sebab kita tidak dapat menyusun Negara dan tidak dapat menyusun masyarakat, jika kita tak mengerti soal wanita,” begitu Soekarno melanjutkan. Indosat dan Nokia telah melakukannya, sebagai perempuan Indonesia, saya bangga!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

5 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s