Darah Memang lebih Kental dari Air

Standard

Aihh… serius banget judulnya. Eitss, jangan berkecil hati dan mundur membaca, ini kocak kok!

Ceritanya, Najip yang kebetulan suamiku adalah penggemar berat Ahmad Dhani pentolan Dewa. Dari sebelum nikah, doi udah ngefans berat. Kalau ditanya alasannya apa? Hmm… bakal panjang sih penjelasannya. Pendeknya sih karena Dhani berani melawan arus, berani tampil beda. Ya kurang lebih begitulah. Walaupun sempet agak ilfil juga waktu Dhani kepincut sama Mulan, Najip sih tetep ngefans.

Inget banget waktu pertama kali dia ultah setelah nikah, aku ngasih kado kaset (kaset ya bok masih usum taon 2007) The Rocks, mukanya itu hepiiii banget kayak balita dibeliin mainan baru. Waktu itu dia pulang kerja masih jam 2 pagi gitu, masih kalong, langsung dicobain, diputer dan trus deh itu kaset jadi paporit.

Lagunya gini nih, ”Tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati.” Lagunya pas banget buat Najip, secara ya kekasih dia emang baik hati ginih. Ehemmm…

Tak disangka tak diduga, Vio juga ngefans berat sama Ahmad Dhani (selain ngefans sama Sule juga sih). Awalnya tante-tantenya nonton Indonesian Idol dan Vio suka nanya-nanya ini siapa itu siapa. Pas bagian Ahmad Dhani ngomong, adekku atau ibuku bilang kalau Ahmad Dhani ini kesukaan ayah. Nah lho, setelah itu dia keagihan nonton Indonesian Idol dong!

Udah 2 kali Jumat malem Vio baru tidur setelah Ahmad Dhani nongol. Sabtu paginya dia bakal cerita tentang Ahmad Dhani, bagaimana dia belum dateng (belum di shoot maksudnya), trus dia mulai ngasih komentar ke peserta, sampai Ahmad Dhani gundul. Pokoknya Sabtu pagi adalah all about Aa Nani (Ahmad Dhani versi Vio).

 

Sampai tadi pagi, Vio ga mau mandi karena ada peserta Indonesian Idol Dahsyat. Busyet dah, aku puyeng karena dia nungguin Ahmad Dhani nongol sementara yang dateng ke Dahsyat cuma pesertanya aja. Jadi sampai kapan dia mau depan tipi sementara Ahmad Dhani ga bakal nongol?

Sekarang Najip sama Vio kalau Jumat janjian gitu deh nonton Ahmad Dhani di tipi. Huhh… aku iri sih sebenernya, tapi ambil hikmahnya aja aku bisa main-main komputer atau BB ssepuasnya pas mereka nonton. Karena mereka berdua hobi nonton Indonesian Idol, aku jadi rada sensi kalau ada yang komen negatif tentang acara itu, apalagi kalau bandingannya sama acara serupa di negara lain, sama American Idol misalnya. Duh, ya ga bisa dibandingin atuhlah kisanak, selera penontonnya beda gitu loh!

Penting dicatat ya, kalau semua acara di tipi itu kan berdasarkan selera pemirsa di negaranya, kalau jurinya banyak nyela, ya itulah realitas di negara bersangkutan. Kalau juri yang nyela-nyela (selain tugas mereka koreksi), berarti koreksi yang seperti itulah yang disukai penonton di negara itu, termasuk Anda, Anda, Anda, dan Anda yang suka nyela di twitter. *loh loh aku kok jadi emosi ya? Hahaha…*.

Intinya ya begini saja, hargailah semua karya anak bangsa sendiri, ngacalah kalau mau komentar (ngomong sama diri sendiri), termasuk buat sinetron atau Masterchef yang katanya drama banget. Loh? Kalau twitwar di twitter aja demen, mengapa di komentar acara di tipi itu penuh drama? Itu juga sama-sama drama.

 Ya ngomong-ngomong drama, tulisan ini maksudnya juga mendramatisir kalau buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya ya. Kalau Najip ngefans sama Ahmad Dhani, ternyata Vio juga. Lepas dari kotroversialnya Ahmad Dhani, aku sih berusaha biasa aja. Biarkan natural saja dia mulai punya idola. Lihat kan, darah memang benar lebih kentl dari air? Terbuktilah kalau Vio anak Najip hehehe…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s