Bolehkah Saya Menyebutnya Kartini?

Standard

Ribuan bayi melihat dunia dengan bantuan kedua tanganku. Tak hanya bayi manusia, tapi juga bayi siluman buaya putih. Namun aku justru tak pernah merasakan bagaimana indahnya melahirkan seorang anak. Inilah takdirku!

Mengetik separagraf pembuka di atas membuat saya menitikkan air mata. Bukan, bukan saya yang mengalaminya. Saya sudah pernah merasakan serunya melahirkan. Dia budhe saya, hampir 30 tahun menjadi bidan tapi ironisnya tak pernah merasakan apa yang dirasakan ibu-ibu yang melahirkan.

Saya lahir ke dunia dengan bantuannya. Walau tak menyaksikan proses kelahiran saya karena motornya mogok di rel kereta api, Budhelah yang memandikan saya. Ya, itulah pengalaman saya berkenalan dengan air selain air ketuban ibu. Dua puluh lima tahun kemudian, saya melahirkan Violeta dan lagi-lagi tangan sigap Budhelah yang membantu kelahirannya. Namun, kondisi Budhe masih sama, belum pernah merasakan melahirkan.

Bagi keluarga besar kami, Budhe adalah bidan keluarga. Seorang sepupu ogah melahirkan di rumah sakit mewah dan memilih melahirkan dibantu Budhe saja. Ibu saya juga melahirkan semua anaknya dengan bantuan budhe, salah satunya tetap dengan persalinan normal meski kondisi bayi sungsang. Melahirkan di rumah Budhe bagi saya seperti melahirkan di rumah sendiri, homey dan santai. Ketika membantu persalinan saya, Budhe tetap memainkan hapenya dan memonitor pasiennya yang dikirim ke rumah sakit untuk operasi. Dia begitu tenang, begitu keren di mata saya.

Budhe dan suaminya bukan tanpa usaha untuk memiliki anak. Segala dokter dan pengobatan telah dicoba, hasilnya nihil. Sekitar 8 tahun lalu di usia yang nyaris 50 tahun, Budhe sempat hamil. Sebuah mukjizat! Sayangnya, bayi yang dikandungnya gugur karena Budhe kelelahan membagi waktu mengurus sawah, berdinas sebagai PNS, praktek sebagai bidan di rumah, dan kuliah (Luar biasa! Budhe masih menyisihkan waktu untuk kuliah). Meski keguguran, tak ada keterpurukan. Budhe langsung bangkit dan menjalani hidupnya kembali.

Budhe adalah ibu dari belasan keponakannya, anak dari adik atau kakaknya, bahkan anak dari sepupu suaminya atau anak dari keponakannya (artinya cucunya). Tak terhitung berapa banyak yang dibantunya membayar uang sekolah, dibelikan seragam, atau sekadar diberi tempat tinggal dan suplai susu setiap bulan. Sebagian besar telah menjadi perawat dan bidan. Sebagian lagi menjadi PNS, masih ada juga yang SD atau SMP, bahkan ada yang baru berusia 3 tahun. Tak semua yang dibantunya pandai berterima kasih tapi semua hormat kepadanya.

Puluhan tahun menjadi bidan bukan tanpa hambatan. Awal karirnya, di desa tempatnya bertugas masih lumrah dukun beranak. Budhe dimusuhi habis-habisan, dicaci, dimaki. Namun, kini Budhe dan para dukun beranak itu bermitra.

Pernah suatu kali Budhe membantu pasien melahirkan bayi yang sudah meninggal di dalam kandungan. Sang ibu melewatkan satu sesi kontrol sebelum melahirkan sehingga si jabang bayi meninggal sudah cukup lama. Budhe dipolisikan dan malah masuk siaran kriminal di televisi.

Yang paling tak terlupakan, Budhe juga pernah membantu kelahiran bayi buaya putih (boyo putih). Tengah malam budhe dijemput seseorang untuk membantu melahirkan di daerah yang belum pernah dikunjunginya. Karena sudah biasa, budhe ikut saja namun tetap naik mobilnya sendiri. Semua berjalan lancar, bayinya sehat, ibunya selamat. Sampai tiba waktunya visit atau kunjungan pasien pascamelahirkan, Budhe tidak menemukan rumah sang pasien dan justru menemukan sungai. Menurut seorang warga, beberapa hari sebelumnya ia sempat melihat mobil Budhe masuk ke sungai di malam hari. Konon, sungai itu memang dihuni siluman buaya putih. Wallahualam.

Oya, Budhe juga seorang petani. Sawahnya banyak, ada yang ditanam semangka dan melon, bawang merah, padi, jagung, dan tebu. Tak terbayang bagaimana otak setengah bayanya membagi pikiran ke banyak hal. jadi, bolehkah saya memanggilnya Kartini?

5 responses »

  1. Menarik sekali ceritanya tentang budhe ini dan sungguh wanita yang tangguh dan tercermin sikap mandirinya. Salut🙂
    Btw siluman buaya putih pun minta pertolongan budhe ya proses kelahirannya hmmm kejadian unik, untung budhenya selamat ya saat berada disungai itu.

    Terima kasih partisipasinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s