Korean Madness, Salah Siapa?

Standard

 

Anak bontot super duper ngefans sama Super Junior, bahkan siap-siap mau ‘buang’ duit 2 jeti cuma buat nonton cowok-cowok cantik asal Korea itu nari-nari. Ya ga papa, itu namanya fans berat berani mati.

Kakaknya si bontot, ragil kuning, beda lagi. Biarpun cewek, dia lebih suka girlband yang cewek-cewek juga. SNSD aka Girls Generation di peringkat pertama, lalu Kara, T-ara dan entah yang lain lagi mungkin masih ada.

Anak ke dua yang paling melankolis dramatis suka sama SS501 Big Bang dan beberapa pemeran di drama Korea. Yang digemari sih yang cakep kiyut dan imut saja.

Si sulung tak bisa melupakan saat-saat abegeh bersama Winter Sonata dan tergila-gila kepada Bae Yong Joon sama dengan termehek-meheknya kepada Sahrukh Khan.

Mereka empat bersaudara, sama-sama cewek, sama-sama penggemar hal-hal yang berbau Korea tetapi dengan level dan jenis kegilaan yang berbeda.

 

***

Berawal dari status Facebook adekku yang bilang, “Super Junior membuat orang satu rumah Heeboohhh,” maka postingan ini ditulis. Konon, Papiku sampai nggregesi gara-gara si Suju SS4Ina ini. Alasan yang kemudian didramatisir jadi kangen cucu lalu cucunya disuruh pulang dan emaknya diiming-imingi gaji 500 rebu seminggu (uhukk… aku mauuuu…).

Kembali ke pokok persoalan Korean Madness ini, baru sadar lho ternyata ada setidaknya empat orang di keluargaku yang tergila-gila Korea-korean (Vio sedang dalam proses ke arah itu, jadi belum dihitung yaaaa walaupun tetep joget kalau denger lagunya SuJu :p). Kebetulan statusnya semuanya anak, bapak dan ibu masih aman dari virus ‘berbahaya’ ini. Siapa yang salah? Sayangnya anak pertamalah yang punya andil besar dan sayangnya akulah ana pertama L.

Awal drama Korea diputar di Indonesia memang Winter Sonata kalau tak salah. saat

 Itu aku SMA kelas dua. Sukanya karena memang visualnya bagus terlepas dari dramanya yang sangat melodramatis. Konon syutingnya memang di Pulau Jeju yang terkenal indah. Winter  Sonata sendiri adalah serial ke-2 dari tetralogi drama. Dari Winter Sonata-lah aku ngefans sama Bae Yong Joon.

Kala itu sampai punya kaset OST-nya dan diputer berulang-ulang di rumah. Nah, adekku dengerlah dan dari situ racun menular. Adekku sih pada akhirnya lebih seneng K-pop dibanding drama. Sampai heran deh kalau liat dia download berbagai video  klip maupun drama layak tonton menurutnya.

Nah, ternyata adekku yang ke-2 nularin ke adekku lagi. Dia lebih gila dalam hal download mendownload. Sewaktu aku pulkam persiapan melahirkan Vio, baru liat kenyataan kalau dia menghabiskan ¾ harinya buat download dan nonton berbagai hal berbau Korea, termasuk reality show. Setelah Vio lahir, dia bantuin ngasuh sambil gendong tetep di depan laptop dan nonton juga. Ajaibnya si Vio tenang-tenang aja.

Lalu begitulah selanjutnya dia menularkan virus juga ke adeknya. Si adek kecilnya lebih militan kalau ngefans, segala social media digunakan hanya untuk mengekspresikan kesukaannya pada K-pop terutama Super Junior.

Jadi ya ini memang salahku. Jadi kalau da yang minta dibeliin tiket Super Junior ya jangan semput. Jadi ya nanti kalau ada sms minta dibeliin tiket Big Bang atau SNSD atau Kara ya jangan sempaut. Baru boleh semaput kalau tiba-tiba Vio yang minta weheheh…

 

***

Sayup-sayup terdengar ibu-ibu setengah  berteriak, “Aping, Iko, Kansa, Wilda bantuin ibu masakkkkk. Ambilin bawang di kulkas, ambilin tomat dsb…” Dan keempatnya tak bergeming malah Vio yang kucluk-kucluk nymperin Utinya :p. Tau mengapa? Kami berempat sedang menikmati malaikat ganteng di 40 Days. Hehehe…

One response »

  1. Pingback: Jatuh Cinta (Lagi) « Cerita Violeta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s