Tragedi Kocak Siang Hari

Standard

Kucing dan tikus memang ditakdirkan bermusuhan, seperti Tom dan Jerry yang tak pernah akur. Namun, siang kemarin kucing dan tikus sepertinya ditakdirkan membuat kami berdua, saya dan Vio, ketakutan.

Sekitar jam 12 siang, saya memutuskan membuat jamur krispi untuk menemani kami bermain. Sedang asyik menggoreng, Vio juga asyik bermain mangkok silikon, kami terkejut karena ada kucing di belakang pintu depan. Pintu depan memang terbuka, jadi refleks saya mengusir kucing itu. Tapiiiiii, saya kaget menemukan tikus besar di belakang pintu. Ternyata kucing itu mengejar tikus yang bersembunyi di belakang pintu.

Saya cuek walaupun benci ada tikus di rumah, yakin si kucing akan membawa tikus itu keluar. Ternyata si tikus lebih lihai dan malah kabur masuk ke ruang komputer. Huaaaaaa… Kontan saya dan Vio berpelukan! Dia histeris karena kaget dan karena tikus. Saya memutuskan masuk ke kamar lain, mengunci kamar dan berpelukan dengan Vio.

Ya, saya benci tikus! Bukan takut, tapi jijik. Waktu kecil rumah kami pernah diserbu oleh hama tikus entah dari mana. Yang paling saya ingat, kakak sepupu menangkap satu tikus, di cat hijau lalu digantungi lonceng kecil di leher dan kemudian dilepas. Setelah itu hama tikus berkurang. Sayangnya saya terlanjur benci tikus karena tikus-tikus itu pernah menghampiri saya ketika tidur siang di bawah selimut. Dengan enaknya si tikus berjalan-jalan di atas selimut dan saya mati kutu, mati gaya, tak bergerak!😦

Ketika hamil, saya juga ‘bermasalah’ dengan tikus. Setiap malam, laundry kami diserbu tikus yang senang bermain. Saya harus pasrah ketika akhirnya Vio takut melihat tikus. Suatu malam, di rumah Uti ada tikus di atap rumah, saya menunjukkan ke Vio. Dia menatap tikus itu (yang sialnya kok nggak pergi-pergi). Dia tegang sampai tertidur dengan tangan dan kaki kaku. Anehnya Vio menyebut tikus dengan ‘ampah’ alias sampah.

Kembali ke kejadian siang yang ‘konyol’ itu. Saya di dalam kamar memeluk Vio yang tegang dan berdebar-debar. Detak jantungnya terasa sekali. Kasihan sekali anakku😦. Sayangnya saya dilema, mengusir kucing artinya si tikus tetap berkeliaran di rumah dan saya benci itu. Maafkan ibu, ya Vio, Ibu juga tak bisa menenangkan Vio karena sama-sama ‘takut’ tikus hahaha… Saya memutuskan sms Najip.

    Ayahhhh… Helpppp… Ada kucing ngejar2 tikus di kamar ayah. Aku ga brani keluar kamar. Kl ngusir kucingnya ntar tikusnya berkeliaran di rmh. Vio jg takut
    Aku br kelvar kelas nih..
    Mereka msh kejar2an di kmr ayah, msk selimut ama bantal
    Cuekin aja🙂
    Aku takutttttttt vio jg meluk aku kenceng bgt nih!

Percakapan via sms yang konyol. Kami tak keluar kamar sampai Najip datang seperti pahlawan menyelamatkan kami. Kira-kira 15 menit kami mengunci diri di kamar dan membiarkan pintu depan terbuka lebar-lebar. Kucingnya memang sudah pergi, tapi si tikus besar belum. Najip mulai memburunya.

Dengan berbekal sapu lidi dan sapu ijuk, tas belanja plus kaos tangan, Najip memburu si ‘ampah’. Saya dan Vio sembunyi di dapur. Najip teriak-teriak jijik yang membuat kami tegang siapa yang akan memenangkan pertarungan. Tentu saja, kemenangan ada pada pahlawan kami, ayah Najip horrayyy!

Najip keluar kamar dengan memegang si tikus, memegang dengan kaos tangan sih! Geuleuh juga dia kalau harus megang langsung si ‘ampah’ itu. Ayah lalu membuangnya ke sawah. Rumah pun normal kembali, dan kami menikmati jamur krispi dengan tenang. Wow, tragedi siang nan konyol itu tak akan terlupakan!🙂

2 responses »

  1. adeuh..mirip pisan ceritana sama daku. papa nau juga berjuang pukul KO tikus di kamar setelah lelah pulang ngajar dari Bandung. yahh..daripada tidur sama tikus. eniwey…hebatlah ayah vio, jangan takut tikus ya vio (+ emaknya jg)..heheh

  2. Hihihih seru amat ayah Najip bertempur melawan si ampah..
    Kei juga takut tikus, padahal bundanya nggak takut sama sekali dengan tikus. Aku jauh lebih takut sama kotorannya.. euuh kalo lihat kotoran tikus bisa merinding sebadan dan kebayang-bayang terus.
    Minggu kemarin aku baru aja nangkep tikus yang lagi grusak-grusuk didalem tong sampah berplastik. Langsung aku iket plastiknya trus ku double plastik lagi lempar ke bak sampah diluar. Cara ngelemparnya penuh dendam dan sekuat tenaga biar pingsan si tikusnya. hehe

    Semoga tak ada lagi ampah ampah lain yang ganggu Vio dan ibu..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s