Dapur di Bawah Telapak Kaki Mbak Astri

Standard

Siapa Mbak Astri? Yang jelas bukan kakak saya karena nama saya Ika. Bukan pula kakak suami saya, apalagi kakaknya Vio. Mbak Astri itu kakaknya Maya Estianti yang artis itu lho!

Hubungannya dengan saya? Ya, pastilah saya penggemarnya, penggemar blognya lebih tepatnya. Lebih khusus lagi, pengunjung tetap koleksi resep masakannya.

Ibu-ibu yang hobi ngeblog bisa dipastikan ‘kenal’ sama Mbak Astri. Apalagi kalau disebut nama keluarganya, Astri Nugraha. Ehem, pasti langsung ngeh siapa itu. Gambaran ibu dengan keluarga harmonis dan bahagia, banyak anak tapi sempat masak, tinggal di luar negeri, dan berbagai cap sukses pun melekat padanya. Yah, tak usah dibahas bagaimana ngartisnya Astri Nugraha di dunia maya dan bagaimana adiknya, Maya, ngartis di dunia nyata (apasih???).

Hampir setiap hari saya mengunjungi blognya, mengintip resep masakan yang bervariasi. Dari situ saya mengenal berbagai istilah yang tadinya awam buat saya. Au bain marie, kocok balik, krim kental, ngohiong, dan entah apa lagi masih banyak istilah baru yang memang gaptek di dapur.

Hobi baru saya tiap hari ya buka-buka resepnya di http://resepnugraha.net/resep/. Saya tak tertarik postingannya, eh, mungkin belum ya? Masalahnya, resep masakannya saja tak habis dibaca dalam sehari. Sudah dua bulan lebih saya bookmark link kumpulan resep itu di BB tapi belum semua berhasil dicoba. Yaiyalah…ada ratusan resep!

Astri Nugraha membuat resepnya sangat sistematis berdasarkan bahan mentahnya. Misalnya berbahan daging sapi, seafood, ayam dikelompokkan sendiri. Ada pula bagian makanan cemilan yang manis atau gurih, lalu kelompok jajanan pasar juga ada. Pokoknya gampang mencari resep deh! Tentu saja sangat memudahkan mencarinya, terutama bagi saya yang seringkali online dengan BB.

Saya dan Gamma ngefans berat sama Mbak Astri. Sempat berdua mau nyari Twitter maupun akun Facebook beliau. Sudah pasti bakal di follow dan didewakan hehehe… *sincerely penggemar berat.

Oya, saya bookmark link resepnya. Pertama, lebih gampang untuk mengakses langsung resep-resepnya tentunya. Kedua, menjadi senjata ampuh kalau-kalau Najip tiba-tiba menghentikan subsidi Blackberry Internet Service alias BIS. “Tanpa BIS, nggak ada masakan karena nggak bisa buka-buka resep,” kata saya lengkap dengan nada mengancam manja *silakan diartikan sendiri mwahahaha.

Yah, setidaknya itu selalu membuat Najip luluh dan mengangsurkan uang buat membeli pulsa. Ini namanya politik berumah tangga.

Terima kasih Mbak Astri, berkat blog Anda, saya menjadi chef di dapur saya sendiri, bukan di dapur tetangga (katering maksudnya). I love you deh! Aku padamu. Karena ‘dapur di bawah telapak kaki Mbak Astri’.

9 responses »

  1. Selama di Jepang aku tiap hari buka http://resepnugraha.net membantu banget, walaupun seringnya gosong atau nggak ada rasanya. Suami bilang “yang penting bisa dimakan” hahahaha..

    Eh politik berumah tangganya keren Ka, ada tips lain gak? Share donk.. :p

    • Emang, yang penting bisa dimakan hehehe… Tapi di rumahku ada chef master wannabe, sok sok menilai masakan gitu dehhhh…
      ntar via BBM ya politik lainnya hihi…

  2. Politik rumah tangganya mantap cyiiin..cb tolong bikin post terpisah ttg ituuuu wkwkwk..

    iya bgt deh itu Mbak Astri blognya keren abis…penyelamat bgt!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s