Oh, Tetanggaku!

Standard

Oh tetanggaku, mengapa kita tidak hidup damai berdampingan saja?

Oh tetanggaku, mengapa kau tidak bisa melihat kami tenang berbudaya?

Oh tetanggaku, apakah tak ada istilah lain selain rendang untuk menamai makananmu?

Oh tetanggaku, tak bisakah kau kembalikan Sipadan dan Ligitan kepada kami?

Oh tetanggaku, reog itu namanya Reog Ponorogo, mengapa kau akui itu reog budayamu?

Oh tetanggaku, sesungguhnya aku menyukai lagu-lagu Melayu mendayumu, tapi mengapa kau masih ingin mengakui lagu daerah kami sebagai lagumu?

Dan kali ini aku geram, kau kembali berniat mencaplok wilayah negara kami!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s