Lucy Eyelesbarrow

Standard

Sudah lama saya tak membaca novel-novel detektif. Agatha Christie dan Conan Doyle sementara tersisih oleh resep-resep nan menggoda untuk dicoba di internet. Bukan berarti saya lupa dengan detektif-detektifan, masih ingin jadi detektif juga, hanya saja, saya belum sempat membeli novel yang baru.

Saya memilih satu novel Agatha Christie yang judulnya paling saya ingat, tapi saya lupa sama sekali siapa pembunuhnya. Judul buku yang beruntung saya pilih itu adalah Kereta 4.50 dari Paddington. Buku ini terakhir saya baca ketika SMA, sekitar 8 atau 9 tahun lalu. Bukunya sudah usang, kertasnya sudah mulai menguning.

Dulu, tak ada tokoh khusus yang membuat saya tertarik, kecuali Miss Marple tentunya. Sekarang, ada tokoh yang membuat saya jatuh hati setengah mati. Namanya, Lucy Eyelesbarrow.

Lucy masih gadis, berusia 32 dan lulusan Oxford. Ia selalu nomor satu di bidang Matematika. Semua mengira Lucy akan cemerlang dalam karier akademik, menjadi dosen atau semacamnya. Namun, Lucy justru memilih menjadi asisten rumah tangga. Ya, pembokat! Itu pilihannya.

Ya ya ya… Tulisan saya tak akan objektif tentunya. Saya terlanjur jatuh hati. Bagaimana bisa seorang jago matematika malah memilih karier sebagai ART? Itulah istimewanya Miss Eyelasbarrow.

Simak kutipan paragraf di halaman 47 ini.

    Keberhasilannya terlihat nyata dan penghasilannya mantap. Sekarang, setelah beberapa tahun berlalu, ia terkenal di seluruh Kepulauan Inggris. Sudah jamak para istri berkata dengan ceria kepada suami mereka, “Beres. Aku bisa ikut kau ke Amerika. Aku sudah punya Lucy Eyelesbarrow!”

Wow! Pekerjaan pembantu rumah tangga bisa menghasilkan penghasilan yang mantap? Itu luar biasa menurut saya. Jaman sekarang gaji ART atau babysitter memang mahal, bisa sampai 2jutaan. Tapi apakah mereka bisa liburan ke luar negeri seperti halnya Miss Eyelesbarrow. Tidak akan mungkin bila dengan uang sendiri.

Keistimewaan Lucy ialah begitu masuk ke suatu rumah, semua kecemasan, keresahan, dan kerja keras itu hilang menguap. Lucy Eyelesbarrow mengerjakan semuanya, memeriksa semuanya, mengatur segalanya. Betapa hebat ia menangani segala urusan rumah tangga, mulai merawat orang tua, mengurus anak kecil, sampai mengurus anjing. Lihai di dapur dan pintar pula meraih simpati pembantu lain. Lucy menyebut dirinya asisten rumah tangga profesional.

Uniknya, ia membuat peraturan sendiri yang harus ditaati olehnya. Lucy tak menerima pekerjaan untuk waktu yang lama. Dua minggu atau satu bulan paling lama masa kerjanya di sebuah rumah, setelah itu dia akan mengambil cuti dan liburan ke luar negeri atau melakukan hal-hal lain yang disukainya. Dua minggu Anda ‘memiliki’ Lucy bagaikan surga, makanya Anda harus membayar setinggi langit pula sebagai balasannya.

Tak harus kaya untuk menjadi ‘bos’ sementara Nona Eyelesbarrow. Tawarkan pekerjaan yang menantang atau raihlah simpatinya, maka sedikit uang akan membuatnya menerima pekerjaan. Pada umumnya ia menentukan pilihan karena perasaan pribadi saja.

Oh ya, Lucy pandai memasak tentu saja. Bayangkan dalam sebuah novel detektif saya menemukan menu-menu menggiurkan. Sup jamur, tart karamel, sapi panggang, puding yorkshire, kari, dan sederet makanan lain (tanpa resep tentunya). Hmmmm… Yummy!

Dulu dan sekarang memang berbeda. Dulu saya tak tertarik dengan tokoh lain di Kereta 4.50 dari Paddington kecuali Miss Jane Marple. Setelah menjadi ibu dan bergaul dengan ibu-ibu juga, masalah ART yang sensitif menarik perhatian saya. ART selalu saja menjadi masalah klasik ibu-ibu jaman sekarang. Itulah mengapa saya akhirnya insyaf melalui twit saya di Twitter beberapa hari lalu, “Hidup serasa cepat sejak menjadi ibu.”

Bisakah saya secekatan Lucy, berkejar dengan waktu bertumbuh Violeta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s