Si “Mas” yang Mengganggu Hidup Saya

Standard

Sebulan lebih saya tak mengisi blog ini. Saya (sok) sibuk dong hahaha… Sibuk mengurusi “mas”. “Mas” itu bukan logam mulia, bukan pula manusia, tapi dia radang payudara alias mastitis.

Dari hasil bincang-bincang saya dengan Mbah Google (bukan temen Mbah Marijan-red), saya sedikit merangkum apa itu mastitis. Mastitis adalah radang payudara yang biasanya terjadi pada ibu menyusui. Sebabnya bisa bermacam-macam, misal saja karena over supply dan low demmand ASI. Hal tersebut biasa terjadi pada ibu menyusui dengan bayi baru lahir yang sedang menyesuaikan produksi.

Penyebab lain mastitis adalah penyumbatan kelenjar susu karena penumpukan kapur, biasanya karena kebiasaan menyusui yang tidak sampai mengosongkan payudara. Penumpukan kapur bisa juga terjadi karena perlekatan yang tidak sempurna, baik karena masih penyesuaian maupun karena posisi menyusui yang “ajaib”. Terakhir, mastitis bisa juga disebabkan bakteri karena pakaian dalam yang kurang bersih atau biang keringat.

Bagaimana cara mengatasi mastitis? Menurut saya (yang sudah 3x kena mastitis), ketahui dulu penyebabnya. “Kencan” saya dengan mastitis terjadi ketika Violeta masih di bawah satu bulan. Selanjutnya ketika Vio hampir 4 bulan. Dua kali “kencan” itu terjadi karena kelebihan produksi ASI. Cara mengatasi ya tinggal disusukan ke bayi saja, lalu kompres dengan air panas dan air dingin bergantian. Air panas untuk melancarkan kelenjar, air dingin untuk menghambat produksi ASI.

Setelah dua kali “kencan”, saya tak menduga akan terjadi “pertemuan” ke tiga (semoga yang terakhir). Celakanya, “pertemuan” ini terjadi ketika Violeta sudah di atas 1 tahun. Over supply mungkin saja, tapi yang jelas itu bukan penyebab satu-satunya. Bisa jadi karena bakteri dan keringat (karena Kediri so hot sodara-sodara!) serta posisi nenen Violeta yang super ajaib. Saya pernah menceritakan tentang itu di sini.

Gabungan penyebab mastitis itu membuat saya sangat menderita. PD keras, sampai kesenggol pun nyeri. Kebayang kan jika disedot! Uhhh… Meringis-meringis nyeri setengah mati. Lima hari si “mas” deket-deket sama saya, padahal saya tak sukašŸ˜¦.

Berikut tips-tips saya menendang si mas dari kehidupan saya:
1. Kompres PD dengan air panas dalam botol (beri alas sapu tangan jika terlalu panas). Air panas di botol bertahan lebih lama.
2. Setelah bagian yang mengeras mulai lancar, pompa ASI atau susukan ke bayi.
3. Setelah dipompa, kompres dengan air dingin (air es lebih bagus) bila perlu. Bisa juga dikompres dengan spirtus lho! Sensasi dinginnya berefek sama dengan air es (ini resep ibu saya).
4. Kurangi konsumsi air putih, makanan lactagong.
5. Yang tak kalah penting, kenali gejala mastitis sejak dini. Mastitis yang tak segera ditangani bisa menjadi nanah dan darah sehingga perlu dikeluarkan oleh tenaga medis. Dalam kasus saya, dua hari sebelumnya gejala mastitis sudah terasa. Berhubung rasanya sama dengan lecet puting, maka saya cuek saja. Ternyata setelah mengeras, tak ada puting yang lecet. Ini yang luput dari pengamatan saya.
6. Konsumsi antibiotik jika perlu untuk mencegah infeksi, utamanya bila mastitis terjadi karena bakteri. Gunakan antibiotik dengan bijak dan sesuai resep dokter. Minumlah antibiotik setelah menyusui untuk meminimalisasi pengaruhnya ke ASI.

Mastitis sebenarnya bisa dicegah. Dengan rutin melakukan pemijatan PD serta kompres air hangat, si “mas” nyebelin ini dijamin tak akan mendekati Anda hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s