Facebook

Standard

Dua minggu lalu saya ‘mabuk’ Facebook. Dalam waktu tiga hari, saya menyaksikan The Social Network dan membaca The Accidental Billionaires. Saya kagum, mencemooh, sekaligus ternganga mendapati sosok Mark Zuckerberg, bidan di balik lahirnya Facebook.

Namanya Mark Zuckerberg, pemuda canggung, dijauhi gadis-gadis, dengan rambut bergelombang. Eduardo Saverin lain lagi, keturunan Latin, tinggi kerempeng, dan memiliki uang sendiri. Namun, Saverin tetap bukan incaran gadis-gadis Harvard. Keduanya bertemu di perkumpulan mahasiswa Yahudi Harvard.

Saverin tak pernah berpikir Zuckerberg akan mengubah hidupnya. Keduanya menjadi akrab lalu menjadi sahabat. Pertemuan intens di perkumpulan mahasiswa Yahudi atau di kamar asrama Zuckerberg membuat persahabatan dua mahasiswa itu semakin akrab.

Suatu malam, Zuckerberg gagal berkencan dengan seorang gadis. Ia lalu menciptakan facemash.com, sebuah web yang meranking gadis-gadis Harvard dari kecantikan dan keseksiannya. Zukerberg terlebih dahulu mencuri database mahasiswa di tiap asrama Harvard. Luar biasa! Dalam waktu 2 jam, facemash.com mencetak 22 ribu hit. Server Harvard pun down karena ulah si ikal.

    “Apakah kita akan dilihat dari wajah kita? Tidak. Apakah kita dinilai berdasarkan wajah? Ya.”

Itulah kalimat sapaan facemash.com. Wajah Zuckerberg menghiasi Crimson, buletin Harvard. Itu artinya, Zuckerberg dalam masalah besar!

•••
Hal yang membuat saya kagum pada Mark Zuckerberg adalah kecerdasannya, tentu saja. Tidak materialis adalah fakta lain yang membuat saya kagum. Ketika SMA, Zuckerberg menolak tujuh digit uang dari Microsoft. Ide awal membuat Facebook pun sama sekali bukan demi uang.

Eksklusivitas. Itulah kunci utama Facebook. Hanya mereka yang memiliki akun email Harvard yang bisa mengakses dan terdaftar di Facebook. Sayang, ide eksklusivitas itu tak murni dari Zuckerberg. Ia ‘mencuri’ ide Winklevoss bersaudara yang ingin meluncurkan jejaring sosial bertajuk Harvard Connection.

Kembar Winklevoss, Tyler dan Cameron adalah atlet dyung andalan Harvard. Orangtua yang kaya dan berada serta kenyataan bahwa mereka anggota Porcellian membuat mereka terkenal di penjuru Harvard. Insiden facemash membuat keduanya mengetahui bakat Zuckerberg dan berniat meminta bantuan pemuda Yahudi itu mengembangkan algoritma situsnya. Tak ada situsnya, dan itulah awal kerunyaman Facebook.

•••
Tak seperti sekarang, Facebook pada awalnya bernama thefacebook.com. Kata facebook sendiri bisa juga diartikan buku tahunan, berisi foto-foto para alumni sebuah sekolah.

Fitur wall atau dinding pun ditambahkan belakangan setelah Zuckerberg dan teman-temannya pindah markas ke Silicon Valley. Di sebuah rumah kontrakan dengan kolam renang itulah Zuckerberg meluncurkan fitur status updates, comment, dan like.

Setelah menguasai Harvard, thefacebook mulai memperluas jaringannya ke berbagai sekolah dan universitas. Junlah pengguna yang semakin besar membuat thefacebook menjadi incaran kapitalis haus uang. Tapi, Zuckerberg tetaplah sosok yang tak memikirkan materi. Ia menyerahkan semuanya pada Saverin.

•••
The Social Network dan The Accidental Billionaires sebenarnya bukan kisah di balik kesuskesan Facebook. Yang mendominasi buku dan film ini adalah perseteruan dalam memerebutkan jejaring sosial ini.

Selain perseteruannya dengan Winklevoss bersaudara, Zuckerberg juga tak sepaham dengan Saverin. Saverin tiba-tiba menutup rekening Facebook di Bank of America karena tak sejalan dengan ide Zuckerberg yang menerima suntikan dana tanpa persetujuannya. Persahabatan mereka hancur di saat pengguna Facebook nyaris mencapai angka satu juta.

Zuckerberg dan Facebook akhirnya harus membayar sejumlah ganti rugi kepada Tyler dan Cameron. Ia juga memasukkan kembali nama Eduardo Saverin ke jajaran pimpinan Facebook. Facebook tetap milik Zuckerberg dan bersama Facebook, Zucekerberg telah membangun tata dunia baru.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s