Ibu

Standard

Ketika masih belasan, saya berjanji tidak akan menyedot ingus anak saya nantinya. Alasannya sederhana, jijik dan jorok. Jangankan ingus orang lain, ingus sendiri saja kadang jijik.

Menyaksikan ibu saya menyedot ingus adik saya yang masih kecil saja membuat saya bergidik. Semakin teguhlah hati saya tidak akan melakukannya kelak. Namun, ketika tiba masanya saya menjadi ibu, saya tak menepati janji, saya menyedot ingus anak saya beberapa hari lalu.

•••
Hari Ibu, tepat hari ini, 22 Desember. Jujur saya tak tahu makna perayaan hari ibu. Saya juga tak ambil pusing dengan kontroversi mengapa Hari Ibu dan tak ada Hari Ayah. Mengapa juga harus dirayakan setiap tanggal 22? Saya juga buta akan hal itu.

Bagi saya, yang kini telah menjadi seorang ibu, ini tahun pertama saya merayakan Hari Ibu. Ternyata rasanya berbeda, Hari Ibu menjadi lebih bermakna🙂.

Menjalani serangkain proses hamil-melahirkan-menyusui-merawat anak benar-benar membuat saya tersadar! Menjadi ibu itu tak mudah, namun tak bisa dihindari.

Ibu tak bisa menitipkan kehamilan kepada orang lain. Mual di awal kehamilan sampai ketidaknyamanan ketika hamil besar menjadi tantangan selama (setidaknya) 9 bulan 10 hari.

Rasa sakit ketika melahirkan juga tak bisa dipindahkan. Kontraksi itu sakit, luar biasa “enak”-nya. Perjuangan mengantarkan anak melihat dunia hanya tipis batasnya antara hidup dan mati. Setelah anak lahir, rasanya badan rontok semua!

Perjuangan belum selesai. Anak adalah amanah sekaligus ujian. Bangun tengah malam, mengganti popok, menyusui menjadi keharusan yang kadang membuat stress. Percaya atau tidak, tekanannya lebih berat dibanding deadline pelaporan mendalam-nya Pak Sahala.

Saya seorang ibu, kini semakin mengerti mengapa surga itu di bawah telapak kaki ibu. Saya semakin paham mengapa harus ada Hari Ibu. Oh ya, saya semakin mengerti apa itu emansipasi.

•••
Well, menjadi ibu tidak cuma menyedot ingus, seperti yang saya bayangkan ketika saya masih ABG. Menjadi Ibu adalah pekerjaan berat nan mulia. Maka, sayangilah ibumu seperti kamu menyayangi gajimu.

Selamat Hari Ibu untuk semua ibu yang menyayangi anaknya. Selamat Hari Ibu untuk semua mama yang rela berkorban untuk anaknya. Selamat Hari Ibu untuk semua Bunda yang rela mati demi buah hati tercinta.

Selamat!

Bisa juga dibaca di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s