Ada Apa dengan The Urban Mama?

Standard

The Urban Mama Writing Contest

Aku melihat air matanya. Sepasang mata itu sembab, bulir-bulir bening sudah menetes di pipinya. Dia, perempuan itu ibuku. Ibu yang dengan senyum menyambutku lahir ke dunia, 2,5 bulan yang lalu.

Setiap malam, ketika Ayahku bekerja, ibu selalu menangis. Kadang sambil membelai rambutku, kadang sambil mencium pipiku. Berulang kali kata maaf terucap dari bibirnya. “Maafin Ibu ya, Ibu kadang benci sama Iyo.”

Ayahku seorang redaktur sebuah koran. Aku dan ibu hanya berdua saja jika ayah bekerja setiap malam. Aku tahu ibu capek, makanya aku nggak rewel. Aku sayang ibu!

Malam ini berbeda. Ibu mengunci pintu, lalu tersenyum. Ia menciumku, memandangku dengan pandangan yang hangat. Setelah membetulkan selimutku, ibu berucap, “Ibu sayang banget sama Iyo, love you.”

Aku lega, malam ini tidurku pulas. Aku melihat ibu meninggalkanku dengan tenang tanpa air mata, menggenggam Blackberry hitam di tangannya.

•••
Saya tak pernah percaya Brooke Shields membenci putri kecilnya yang telah dinantikannya bertahun-tahun. Membaca My Journey Trough Postpartum Depression hanya membuat saya geleng-geleng kepala. “Tak mungkin seorang ibu membenci bayinya sendiri,” batin saya ketika itu.

Depresi seperti itu hanya terjadi pada 1 dari 10 perempuan. Dan sialnya, saya adalah satu orang yang mengalaminya. Ternyata oh ternyata, postpartum depression alias depresi pascamelahirkan itu benar-benar ada, bahkan nyaris menghancurkan saya.

Saya mencintai bayi saya, tapi entah mengapa kadang saya membencinya. Bayi itu lahir di saat yang tak tepat, ketika saya harus berjuang menyelesaikan skripsi. Hanya ada dua pilihan, selesaikan skripsi atau drop out.

Saya membencinya, tapi di satu sisi saya juga tak bisa berpisah sama sekali. Sejam tak melihat bayi saya, badan panas dingin, jantung berdegup kencang, keringat dingin mengucur, dan tak bisa konsentrasi sedetik pun. Saya tak bisa mengendalikannya!

Bayi itu merampas kemerdekaan saya, tak rela rasanya melihat semua orang memerhatikannya. Sementara saya, terpuruk sendiri!

Hasilnya? Skripsi berantakan! Ujian komprehensif pun tak mulus saya lalui! Saya lulus dengan nilai B karena saya yakin dosen penguji kasihan pada saya.😦

Oh, syukurnya Tuhan Maha Adil! Di tengah tekanan, hasil pompa ASI selalu memuaskan, bisa mencapai 200ml setiap mompa. Saya ingat sekali penghiburan seorang teman virtual, “Jangan stress ya, Say, biar produksi ASI ga turun.”

Satu kalimat yang menenangkan saya. Seperti air es yang saya temukan di gurun pasir. Segar! Satu kalimat yang membuat saya jatuh cinta pada The Urban Mama. Thanks, slesta!🙂

•••
Oh ya, aku lupa kenalan. Namaku Rahmania Violeta Corleone aka Vio. Kadang aku dipanggil Iyo, kadang Ioolllll. Yang paling sering sih aku dijuluki Jumadi Poniyem karena lahir di Jumat Pon. Nggak banget kan? Pastinya itu kerjaan ibuku. Siapa lagi yang suka iseng seperti itu.

Sebelum cerita berlanjut, aku mau ngaku dulu deh! Sebenenya ibu nggak suka ngelus-ngelus rambutku sih. Soalnya kan aku gundul, ga punya rambut. Tapi takut jatuh pasaran nih di depan bayi-bayi ganteng yang bakal baca tulisan ini. Oke, fokus dulu!

Ibuku nggak pernah nangis lagi sekarang. Udah gitu, Ibu makin sayang sama aku. Kayaknya sih sejak ibu gabung di sebuah forum internet. Kata ayahku sih namanya “Forum Emak-emak”.

Ya, aku sih percaya aja namanya Forum Emak-emak. Soalnya, Ibu jadi suka dipanggil Emak sama Uti dan Kung. “Emak Corby, ini anaknya Emak Corby,” begitu kata Uti-ku. Aku ikut-ikutan aja manggil Ibu dengan Mak, biar Ibu riang gembira seperti anak gembala 🙂 (lagunya Tasya itu lho!)

Banyak perubahan deh sejak ibuku gabung. Ibuku jadi tahu tuh merk-merk tas dan sepatu berikut harganya. Maklumlah, selama ini Ibu cuma pake tas dan dompet merk Milk Teddy atau Animob serta sepatu Bata seharga 35 ribu. Berasa ABG kan? Padahal jelas-jelas udah berbuntut satu yang lucu ini.

Lalu, ibu jadi suka masak. Aku sih seneng-seneng aja, Ayah juga! Ibu seing minta pendapat ayah skor masakannya. Seperti pagi kemarin:
Ibu: “Berapa skor nasi gorengnya, Yah?”
Ayah: “Sembilan!”
Ibu: “Asyik.”
Ayah: “Tapi skor terbaik 10 tetap jatuh ke tangan yang makan hahaha…”
Aku: (dalam hati) “Dasar Ayah!”

Yang ga senang Ibu suka memasak ya Utiku! Soalnya Ibuku mulai bedol desa peralatan masak Utiku. Lihat aja tuh, sekarang Ibu lagi merayu Uti buat bawain panci teflon, padahal minggu kemaren Ibu udah bawa tuh toaster. “Buat bikinin Iyo nugget, Mam,” namaku dicatut. Huhh…

Ngomong-ngomong soal nugget, Ibu dapet resep dari Mama Wiwit-nya Kakak Naya semalem. Mama Wiwit ini temen BBG-an Ibuku. Tau kan BBG, itu loh yang bakar-bakar daging di outdor. Oh, bukan ya, itu BBQ hehe…

BBG ya Blackberry Grup-lah ya! Anggotanya baru delapan orang, ramenya kalau malem, pas anak-anaknya udah menyelam ke pulau kapuk. Kadang mulai ngobrol jam 11 malem. Yang diomongin macem-macem, mulai masakan, Irfan Bachdim, Magnum, sampai popok. Tebak apa nama BBG-nya? Yak benar, namanya Emak-emak Oke alias EEO. Semuanya member Forum Emak-emak.

Kadang kalau lihat Ibu asyik BBG-an, aku suka nggak rela. Selain berisik cetak cetik keypad-nya, juga karena jadi nggak perhatiin aku. Jadi, aku kerjain aja! Seringnya sih aku pup, biar Ibu berhenti BBG-an sementara hihihi… *bayi iseng*

Ehhh… Ibu malah bilang-bilang ke temen-temennya. Jatuh deh pasaranku di depan para calon ibu mertua. Di EEO kan ada Mommy Kira-nya Kira, Mama Desan-nya River, dan Mama Uung-nya Morgan. Semuanya ganteng, jadi aku harus jaim dikit. *lempar poni, ehh… Ga jadi, kan ga punya rambut, boro-boro poni!*.

Di BBG ada juga Mama Lei-nya Akila, Mama Mia-nya Aysha, dan Mama Ranie-nya Va’. Aku belum pernah ketemu sama Va’, kalau Akila sama Aysha sih pernah, waktu kopdar. Kata Ibu, kopdar artinya kopi darat, kalau kopi di laut namanya koplut kali ya? Ibuku suka ngomong kopdar aja, koplut belum pernah! Sejak kopdar itu, Ibu jadi pengen kopdar lagi.

Di Forum Emak-emak itu ada juga yang membahas biaya melahirkan di rumah sakit di Bandung. Ini nyaris bikin Ibuku jantungan. Bagaimana tidak? Biaya persalinan mencapai belasan bahkan puluhan juta. Sementara aku? Aku bayi gratisan. Lahir di rumah Mbah Bidan. Yang jelas nggak bayar, dapet anting sepasang plus empat kain bedong (ini Ibu setengah ngrampok).

Dan, yang terpenting dan utama Ibu, dan juga Ayah tentunya, mulai berpikir untuk mengartikan namaku,Rahmania Violeta Corleone. Semua berkat trit baby names. Nanti kalau aku sudah bisa ngomong, yang pertama kutanyakan adalah arti namaku.

•••
Tak terasa satu semester sudah saya bergabung dengan The Urban Mama. Kalau saja kuliah, saya pasti sudah menempuh maksimal 24 SKS. Tapi, tak ada kata maksimal di The Urban Mama.

Kalau ditanya ada apa dengan The Urban Mama? Ada cinta dan kasih. Kasih The Urban Mama sepanjang massa, tak terbatas untuk saya dan Violeta. Sssttt… Tapi di sana ada racun juga cyin… Karena itu, mengutip Bang Napi, “Waspadalah, waspadalah!”🙂 *kaburrrr sebelum ditoyor saudagar Mama’s Mall*

12 responses »

  1. ya ampunn, gue aja ga inget ngomong gitu loh ttg ASI lo! so glad it made a difference yaa.. ngiri deh bisa mompa asi sebanyak itu. gue mah dapet 100ml aja dah seneng dulu..😛 nice writing!

    • Ada dewan juri *siap-siap*… Untung bgt lho waktu itu bc trit PND dan ternyata ada yg lbh parah. Tenkyu bgt sama TUM deh!

      Heran juga kok bisa sebanyak itu, padahal makan biasa aja, kalo dinenen jg ga sampe muncrat ato netes2 pdhl…

  2. huwaaa… Ika…
    aku nangis neh gara2 baca ini, ngaa apa sih,jd eksis juga (kesebut-sebut) ;p
    wangsit yg waktu itu ini hasilnya ya? wah berhasil🙂 good job!

  3. Iya wiT habis citcat tengah malem ngomongin nugget langsung dapet wangsit tulisan keren (berusaha ngasih icon jempol)….

    Moga2 habis ini ga jadi mutung ikut lomba ya mak🙂

    Viooooo ayo ke semarang,ato kita kopdar di Bali sekalian biar afdol

  4. Skornya sepuluh ko! Eh, seratus buat Iyo!

    Btw critanya kurang panjang Ko, masa g ada tentang clodi, BLW, tentang Rajuu, hehehe..

    Ndak papa, yg ptg 4 jempol deh..
    Bu juri, yg ini Recomended ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s