Adikku Sayang…Selamat Ulang Tahun!

Standard

Wilda adikku sayang

Bayi itu lahir tepat jam dua siang, tepat seperti yang diperkirakan Bu Bidan yang juga kakak ibu saya. Saya mendengar tangisannya yang keras. Minggu yang cerah itu saya resmi menjadi seorang kakak.

Namanya Wildatul Muhlishah, Wilda panggilannya. Aku memanggilnya Dhek Da, dulu. Sekarang panggilan akrabku kepadanya adalah Mbleg, kependekan dari Mblegendhut.

Adikku adalah bayi yang terlahir istimewa. Selain lahir berkalung tali plasenta sampai tiga gulungan, giginya pun sudah muncul ketika lahir. Seingat saya, giginya ada tiga, dua di bawah dan satu di atas.

Ketika tumbuh, Mblegendhut juga “istimewa”. Menangisnya lebay, marahnya apalagi. Kalau sudah marah, dia bisa bergulung-gulung di lantai. Hmm… Untung sekarang dia tak seperti itu.

Yang paling kami ingat dari Mblegendhut ketika dia mulai bisa berbicara. Kalau ditanya isi perutnya apa, dia akan menjawab ‘semangka’. Dia menyebut kelereng dengan sebutan ‘ndhog iik’ (ndhog=telur; iik atau cilik=kecil). Lucunya, Mbleg menyebut enam belas dengan “mendelas”. Sampai sekarang itu semua masih selalu menjadi bahan tertawaan.

Di usia TK, adik saya sudah menyukai lagu-lagu orang dewasa. Penyanyi favoritnya adalah Nia Lavenia dengan lagu Cinta Merah Jambu (saya lupa judul tepatnya). Liriknya begini :
“Cintaku hanya satu, cinta merah, merah jambu… Rinduku hanya satu, rindu hangat, hangat kuku. Lihat pohon pisang, bila berbuah hanya sekali, itulah cintaku, yang tak kan mungkin terbagi-bagi. Cukup satu saja, satu saja, yang di hati. Aku tetap setia, tetap setia, sampai mati.”

Saat itu dia malah dibelikan kaset Nia Lavenia. Akibatnya ternyata ‘fatal’, Mblegendhut menganggap lagu yang dinyanyikan di TK jelek, tak ada lagu Nia Lavenia seperti di kaset. Dia mogok masuk sekolah TK di hari ke dua. Sekolahnya pun mundur satu tahun kemudian.

•••
Di antara anak bapak dan ibu saya, Mblegendhut paling tak beruntung dalam hal studi. Dia jarang sekali mendapat ranking satu. Angkatan Dhek Da juga selalu jadi angkatan uji coba, misal ketika muncul UAN dan tes ketika masuk SMP.

Saking tak beruntungnya dalam hal studi, ketika pengumuman tes masuk namanya tak tercantum sama sekali di daftar peserta tes. Tak jelas dia diterima atau tidak. Usut punya usut, berkas tes di kelas Mblegendhut terselip di antara tumpukan berkas dan tak terpindai.

Alhamdulillah Mblegendhut lulus tes masuk di SMP yang diinginkan. Nilainya memenuhi syarat. Namun, saking tak beruntungnya, pihak sekolah meminta ‘sumbangan’ selayaknya peserta yang masuk cadangan.

Meski tak beruntung, adik saya adalah siswa yang rajin. Di antara anak bapak dan ibu saya, dia paling rajin. Terlampau rajinnya dia, seragam sekolah yang sudah disetrika akan disetrika lagi sebelum berangkat sekolah. Seragamnya dicuci setiap hari juga.

Semua harus licin. Dia memiliki rumus sendiri untuk seragamnya, atasan A harus dipakai bawahan A, tak bisa untuk bawahan B. Jilbab A juga harus dipakai bersama atasan dan bawahan A.

Untuk pekerjaan rumah, dia juga paling rajin. Dia bisa sekali diandalkan dalam hal menyapu dan membereskan rumah. Karena itulah, dia jadi kesayangan ibu saya, selalu dinanti bila tak pulang ke rumah.

•••
Minggu itu, saya resmi menjadi seorang kakak. Minggu itu, 29 Oktober 1989, saya memiliki seorang adik yang istimewa. Tak terasa, bayi itu kini telah menjelma menjadi gadis 21 tahun.

Semoga kamu segera menemukan tambatan hatimu. Semoga kamu bisa lulus tepat waktu. Semoga kamu bisa membanggakan bapak dan ibu. Semoga kamu bisa menjadi panutan untuk adikmu. Semoga kamu semakin rajin shalat. Semoga, semoga, dan semoga…

Dan semoga tulisan ini menjadi kado ulang tahunmu. Maafkan kakakmu yang tak bisa memberikan kado istimewa, hanya sebaris doa dan kata-kata.

Selamat Ulang Tahun adikku sayang, semoga segala cita dan cintamu tercapai. Doaku selalu teruntai untukmu…

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s