Kopi Bapak Saya

Standard

Saya suka kopi, tapi bukan kopi hitam. Saya lebih suka capucino. Hmm… Perfecto Italiano.

Namun, beda cerita jika kopi hitam itu adalah kopi bapak saya. Kopi buatan ibu saya untuk bapak. Kopi bapak saya adalah satu hal yang membuat saya kangen rumah.

Mungkin, kopi bapak saya dibuat dengan penuh cinta oleh ibu. Karenanya, rasanya beda. Lebih enak pastinya. Saya sangat menyukainya. Kebiasaan saya mencicip kopi bapak ini rupanya menular ke adik-adik saya.

Bapak saya selalu saja berkomentar, “Kalau ada Iko di rumah, kopi pasti nggak selamet.” Oke… Saya adalah hama kopi bapak saya.

2 responses »

  1. Ko, kau sadari tidak? Apa yg kau lakukan suka ditiru adik2,hahaha..
    Ngomg2 kopi jd inget pas d tulungagung, ada kedai. Jualan kopi thok! Tp luarisee nauzubille.. Tau deh, mw beli aj ampe nguantri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s