Nasida Ria

Standard

“Jilbab-jilbab putih, lambang kesucian.
Lembut hati, penuh kasih, teguh pendirian.”

Itulah sepenggal lagu yang seringkali saya nyanyikan ketika masih SD. Judulnya jilbab putih, dinyanyikan oleh grup qasidah Nasida Ria yang ngetop di awal 90an.

Setelah bertahun-tahun tak mendengar lagu qasidah, kemarin saya kembali mendengarnya. Tak tanggung-tanggung, saya mendengar langsung alias LIVE dari Nasida Ria. Padahal, saya dulu hanya mendengar dari kaset.

Kemarin, saya menghadiri pernikahan ponakan yang berjodoh dengan salah satu anak kyai di sebuah pondok pesantren di Kediri. Lazimnya pondok, hiburannya bukan electone atau dangdutan, tapi qasidah.

Nasida Ria mengawali penampilannya dengan lagu IBU. Lirik yang paling saya sukai adalah, “Ibu, kaulah wanita yang mulia. Derajatmu tiga tingkat dibanding ayah. Kau mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, lalu membesarkan putra putimu Ibu.”

Liriknya lugas, menggunakan kalimat denotatif, maknanya tersirat. Jelas, mengena. Dulu, saya hanya menyanyikannya saja. Kemarin saya menyanyikannya sembari bersyukur masih bisa melihat wajah ibu saya, menggendong Violeta. *duh, kok jadi berkaca-kaca ya? Huhu…*

Kembali ke Nasida Ria! Grup qasidah itu adalah favorit saya ketika itu. Saya memiliki dua kaset grup itu, semuanya kaset karaoke. Yang paling saya ingat ya kaset “Jilbab Putih” itu. Isinya lima lagu, Jilbab Putih sendiri, Kota Santri (kemarin juga dinyanyikan), Tahun 2000, Tahun Kunjungan Wisata, dan satu lagi saya lupa judulnya (ini track ke empat, saya paling tidak suka lagunya. Jadi, wajar saya lupa!).

Dari lima lagu itu, Tahun 2000 paling semangat. Saya suka sekali, nadanya tinggi dan agak susah dinyanyikan. Saya sempat diragukan membawakan lagu ini ketika itu, jadi lagu ini sering dihindari. Tapi, suatu ketika saya kehabisan lagu, yang lain sudah dinyanyikan dan terpaksa saya membawakan lagu ini. Ehhh, ternyata di luar dugaan, saya sukses besar. Mbak Tik, pelatih saya (saya juga bertemu beliau semalam) sampai kagum dan tidak percaya. *bangga dotkom nih!*

Lirik Tahun 2000 kira-kira seperti ini:
“Tahun 2000, tahun harapan. Yang penuh tantangan, dan mencemaskan. Wahai pemuda, dan para remaja. Ayo siapkan dirimu, siapkan dirimu, siap ilmu, siap iman. Siapppppp!”

Seringkali saya manggung untuk menyanyi karaoke ataupun gerak dan lagu. Saya biasa manggung di perpisahan sekolah di SD, wisuda khatam Al-Quran di TPA Al-Huda, serta di lomba-lomba karaoke.

Saking seringnya, tak heran kalau lirik-lirik itu masih saya hafal di luar kepala. Termasuk lirik Tahun Kunjungan Wisata (Visit Indonesia Year, 1996).
“Tahun Kunjungan Wisata, kita sambut gembira. Mari kita galakkan, slogan Sapta Pesona.”

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menyanyikan lagu-lagu qasidah ini ketika sudah habis stok lagu untuk dinyanyikan di depan Violeta. Saya akhirnya sadar, pantas saja Vio suka menyanyi, emaknya dulu banci tampil di panggung he he…

Oh, semalam saya senang sekali karena bisa melihat langsung Nasida Ria. Saya sempat memotretnya juga. Satu jepretan yang tak begitu bagus (saya berharap keterampilan memotret saya yang pas-pasan ketika kuliah segera kembali), benar-benar amatir. Tapi, saya suka. Suka sekali karena mengingatkan saya akan masa kecil saya yang penuh warna.

6 responses »

  1. Ikooo kau sama bgt spt kecil ku. Tiap ada momen apapun pasti tampil nyanyi. Kalo d TPA aku biduan nya*halah.. *
    Dulu aku smpe punya poster Nasidaria grup Semarang. Btw skrg msh ada tho? Knp gk bwt album lg y?

  2. Assalam.. Saya juga suka Lagu-lagu Nasida Ria, sampai-sampai saya telusuri versi aslinya (Arab).. Seperti “Indonesia Merdeka” (Bahebak ya Libnan – Fairouz), Tahun 2000 (Mashoolih – Fairouz, Wadi’ Shofi dan Nashri Syamsuddin), ‘Ala baladi (Umm Kultsum), dsb.. Nice post..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s