Menulis adalah Saya

Standard

Mungkin dalam darah saya mengalir tinta sehingga saya cinta menulis. Bukan tinta emas, tapi cukup untuk menuangkan berbagai ide dalam hati dan pikiran.

Tulisan serius pertama saya adalah teks pidato untuk lomba di sekolah. Lomba itu digelar saat pondok Romadhon. Saya lupa juara berapa, entah III atau I, yang pastian saya membawa pulang banyak buku tulis sebagai hadiah.

Setelah debut itu, saya beberapa kali mengikuti lomba mengarang semasa SD. Tak pernah menang, sayang sekali.

Ketika SMP, saya bertemu dengan guru Bahasa Indonesia yang membawa saya mencintai sastra. Bu Suhartini namanya. Dari beliaulah saya mulai mengidolakan Chairil Anwar. Yang tak kalah berjasa mengenalkan saya tentang EYD adalah Pak Haditoyo, guru kelas III.

Di SMA, saya juga mendapatkan seorang guru yang unik. Tegas, sanagat menyukai membaca, dan membenci orang-orang bodoh. Beliaulah yang membuat saya makin mencintai buku, makin gila membaca.

Saya aktif di Dewan Pers Siswa, kawah candradimuka menulis untuk saya. Saya dan teman-teman sempat menghidupkan kembali majalah Diossa (Dian OSIS Smada) yang sempat mati. Majalah itu terbit dua kali semasa saya aktif.

Takdir membawa saya kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi, kemudian malah masuk Jurusan Jurnalistik. Saya juga sempat aktif di pers kampus, Diurna dan dJatinangor. Di situlah saya benar-benar belajar menulis.

Saya juga beruntung mempunyai dosen seperti Pak Sahat Sahala Tua Saragih. Meski tak selalu mendapat nilai A, saya terlecut menulis agar tulisan saya dibaca.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa tak nge-blog saja untuk menyalurkan tulisan? Mengapa baru sekarang?

Hmm… Ini bukan blog pertama saya. Blog yang lain tak jelas juntrungannya, lupa password, lupa username, dan tak sempat mengupdatenya. Saya pernah punya blog di multiply, blogspot, blogger, dan juga wordpress. Ketika menikah, saya ingin memiliki blog bersama suami. Sampai sekarang tak pernah terrealisasi kecuali bannernya saja he he…

Alasan lain mengapa saya tak ngeblog, saya lebih enjoy mengirim tulisan ke media massa. Dibaca orang, saya pun pasti dapat honor untuk menyambung hidup sebagai anak kos.

Oh ya, saya pernah menulis sebuah buku berjudul Face Off. Semoga nanti saya bisa membaginya di sini juga. Saya berharap buku itu bukan karya terakhir saya.

Saya suka menulis, dan saya ingin menularkannya kepada anak saya. Karena itulah blog ini saya buat.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s