Violeta dan Sarung Coklat Itu

Standard

Sarung itu sudah lusuh, kainnya pun sudah rapuh. Warnanya yang coklat membuat sarung itu semakin nggak banget. Di beberapa bagian bahkan sudah sobek. Tak heran jika benang-benang untuk menambal lubang itu pun berjurai di sana sini.

Sekilas tak ada yang istimewa dengan sarung itu. Sarung coklat itu hanya satu dari puluhan sarung milik Bapak saya. Bapak juga menyukai sarung itu meskipun fungsinya sudah berganti menjadi selimut. Kainnya memang adem, entah dari jenis apa.

Bagi saya dan adik-adik saya, sarung itu menjadi rebutan. Ketika kami sudah mulai kuliah (dan kos tentunya), hampir pasti sarung itu akan menjadi barang yang wajib dibawa. Entah mengapa, saya pun tak tahu alasannya. Hanya saja, Bapak selalu melarang kami membawanya, saya juga tak tahu alasannya.

Sampai ketika saya hamil, Ibu menyelipkan sarung itu dalam barang-barang yang akan saya bawa ke Bandung, tanpa sepengetahuan Bapak tentunya. Jadilah hari-hari kehamilan saya ditemani sarung itu.

Suatu hari, sarung itu tertinggal di Violet Laundry. Maka, malam itu saya lewatkan tanpa berselimut sarung coklat Bapak. Tak tahu alasannya apa, saya menangis seperti anak kecil karena tak ada sarung itu (malunya he he…).

Ketika melahirkan, sarung coklat itupun saya pakai. Tak ada alasan khusus, hanya sarung itu sudah tersedia di meja ketika saya bersiap-siap berangkat. Tentunya, setelah melahirkan, sarung itu bernoda darah dan segala cairan yang ikut keluar bersama bayi saya.

Sekarang, sarung itu menjadi milik Violeta. Milik Violeta sepenuhnya tanpa ada yang mengganggu gugat, termasuk Bapak saya. Fungsinya sebagai selimut tidur. Entah benar atau tidak, saya dan Ibu merasa Vio tidur lebih lelap ketika ditemani sarung itu.

Vio dan Sarung Coklat Itu

Pose Favorit, Miring Kiri

Telentang ahhh...

Foto favorit kami adalah foto di bawah ini, kami menamainya enthungkung (enthung adalah kepompong dalam bahasa Jawa, kung=kakek). Pose ini terinspirasi dari permainan saya dan adik-adik ketika kecil, enthung-enthungan, satu orang dibungkus selimut kemudian mengejar olarang-orang yang lain.

Inilah enthungkung

Satu hal yang membuat kami heran, jarang sekali Violeta mau dibungkus seperti itu. Dibedong pun cuma bertahan 5 hari. Tapi, sarung coklat Kung memiliki cerita berbeda.

8 responses »

  1. corbyyy..kmu lucu banget! udh gede yah skrng?? terakhir ktmu kan pas masi 3 bulan kali..

    btw, itu sarung sakti bgt..hihi krn turun temurun dan ‘bau’ smua orang yang sayang vio kali yah dia jadi ngrasa aman dan nyaman dipakein sarungnya hihi..

  2. Wah mampir k Rumah Vio laaah…
    Idih emak, aneh kok ngajak2 corby!😛
    Untung emak dn akungnya ngalah. Kalow gak kan bs rebutan sarung tuh,hahaha..
    Mak, Vio tu mirip dirimu banget ya?…😀

  3. Aku juga punya tuh sarung ajaib,punya papa dan buat rebutan juga :p. Tapi yang make sekarang aku aja walaupun rebutan sama anak2😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s